
Dusun Pilangasri, Desa Milangasri — Sebanyak 13 ibu-ibu RT 05 RW 01 Dusun Pilangasri bersama beberapa anak-anak mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah bertajuk JELITA (Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi). Kegiatan digelar di Posko KKN-T UNESA Desa Milangasri mulai pukul 19.45 WIB dan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta. JELITA merupakan salah satu program kerja Tim KKN-T UNESA 2026 di Desa Milangasri yang mengajak masyarakat, terutama ibu rumah tangga, untuk mengolah minyak jelantah sisa limbah masak di dapur yang selama ini sering dibuang begitu saja menjadi produk bernilai ekonomis berupa lilin aromaterapi. Acara dibuka oleh Tim KKN-T, dilanjutkan dengan penyampaian materi seputar bahaya limbah jelantah bila dibuang sembarangan serta potensi nilai ekonominya jika diolah kembali. Materi disampaikan oleh narasumber dari penanggung jawab (PIC) program JELITA. Setelah sesi materi, peserta diajak langsung mempraktikkan proses pembuatan lilin aromaterapi dari jelantah, mulai dari penyiapan alat dan bahan, pengolahan minyak jelantah agar layak digunakan, pencampuran dengan bahan pendukung, hingga pencetakan lilin. Kegiatan ditutup dengan sesi testimoni, di mana para ibu-ibu berbagi kesan mereka setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan panduan yang dibagikan Tim JELITA, proses pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah melalui sejumlah tahapan, di antaranya: Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Merendam minyak jelantah dengan arang aktif selama ±8–12 jam untuk menghilangkan bau dan kotoran. Menyaring minyak jelantah hingga bersih dari ampas. Mencampurkan minyak dengan bleaching earth untuk proses pemurnian warna, lalu memanaskan dan menyaringnya kembali. Memanaskan minyak lalu menambahkan bahan pengeras (stearing acid) agar lilin dapat memadat sempurna. Menambahkan pewarna dan fragrance oil/pewangi sesuai selera. Menuangkan campuran ke dalam cetakan yang telah dipasangi sumbu. Mendiamkan lilin hingga mengeras selama ±2–4 jam, lalu disimpan ±24 jam agar teksturnya lebih stabil. Lilin siap digunakan setelah proses pengerasan sempurna. Alat dan bahan yang digunakan pun sederhana dan mudah didapat, seperti kaleng bekas, panci, saringan minyak, timbangan digital, kompor, wadah/cetakan, serta bahan seperti minyak jelantah, bleaching earth, stearing acid, arang, pewarna, fragrance oil, dan sumbu lilin. Melalui program JELITA, Tim KKN-T berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat nyata bagi warga Dusun Pilangasri, di antaranya: Mengurangi limbah jelantah yang selama ini kerap dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan. Menambah nilai ekonomis, karena limbah dapur yang tadinya tidak bernilai kini bisa diubah menjadi produk yang bisa dipakai sendiri maupun dijual. Edukasi lingkungan, menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya mengelola limbah rumah tangga secara bijak. Kegiatan ini disambut antusias oleh ibu-ibu RT 05 RW 01. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif, dengan peserta yang terlihat senang mengikuti setiap tahapan praktik. Sejumlah peserta bahkan mengaku terinspirasi untuk mulai mengolah minyak jelantah di rumah masing-masing setelah mengikuti pelatihan ini. Program JELITA menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Tim KKN-T UNESA dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat serta membuka peluang nilai ekonomi baru bagi warga Desa Milangasri, sejalan dengan semangat "Dari Limbah, Rumah Jadi Indah".
